Rabu, 18 November 2015

Behind The Story of buku 101 PERCA !! ( Chapter 2 : mari mulai menulis )

(proses foto materi buku bersama tim dari lightroom)


Hallo..assalamu'alaikum..selamat siang blogger....
Alhamdulillah bisa menyapa kalian lagi siang ini, setelah sekian lama vakum nulis karena kesibukan mengerjakan order dan lain sebagainya hehe :D. Baiklah langsung saja ya cerita lanjutan postingan sebelumnya...yaitu behind the story of my first book 101 Perca  ( Chapter 1 : hikmah setiap ucapan itu do'a).

Setelah di hubungin via telepon oleh mba radina, editor dari penerbit Linguakata, sekitar pertengahan 2014 kami bertatap muka, disalah satu mall di Sidoarjo. Awal pertemuan itu jujur saya gugup sekali, karena ini pengalaman baru untuk saya ketemuan dengan seorang editor buku :D. Setelah bertatap muka dengan mba Radina, dan berbincang - bincang banyak hal, akhirnya diputuskan bahwa saya akan menulis buku dengan judul 101 perca. 
101? hmmm jumlah itu terus berputar seketika diotak saya, waktu mba radina menjelaskan poin-poin isi materi buku yang akan dibuat nantinya. Yupp agak kaget juga waktu tahu saya harus membuat 101 karya perca sesuai judul bukunya, hehe banyak juga yaa ternyata :D, karena bayangan saya diawal menulis buku craft perdana akan buat beberapa karya berjumlah belasan saja. Yupp, mba radina menjelaskan kembali, bahwa tema buku tersebut nantinya adalah menampilkan 101 inspirasi karya dari bahan perca kain yang unik bentuknya sebisa mungkin bisa dibuat dengan jahit tangan dan berfungsi tentunya.

Woww, saya masih spechless saat itu,  gak pernah nyangka  lewat pertemuan singkat tersebut dan sebelumnya hanya berbincang via telepon dengan mba radina selaku editor setelah melihat karya saya di blog pribadi, bisa dipercaya untuk menulis salah satu buku lanjutan dari serial 101 flanel terbitan linguakata juga yang sudah sukses di pasaran sebelumnya. ( Alhamdulillah Ya Rabb Engkau berikan jalannya langsung ). Yayy semakin semangat saya untuk segera menulis, karena ini sudah menjadi impian saja dari dulu untuk bisa membuat buku craft sendiri !^^.
Lalu pertanyaan selanjutnya adalah... harus dimulai dari mana?? hehe. Kemudian mba Radina, menjelaskan kembali bahwa saya diminta untuk membuat materinya terlebih dahulu sejumlah 101 produk dan memberikan saya waktu kurang lebih sebulan untuk menyelesaikan materi tersebut, baru dilanjut membuat naskah dan lain sebagainya. Seketika cemas melanda, huaaa... bisa gak ya dalam waktu singkat bikin itu 101 produk??, gak pake mikir  panjang saya bilang bisa mba ( yakin bisa dulu, gimana nanti dipikir belakangan sambil jalan, hehe ). Usai pertemuan itu, saya kembali pulang kerumah dengan semangat 45 ingin segera memulai  menulis buku...
Di rumah pikiran pertama saya adalah segera membuat daftar isi buku dulu ,  mulai browsing cari inspirasi dan membuat jadwal harian untuk menyicil membuat materi produk. Untuk memudahkan pembagiannya, akhirnya saya putuskan membuat 10 bab tema tentang apa saya yang akan dibuat. Lalu dari tiap tema nantinya akan dibuat 10 item produk, jadi kalo dihitung bisa pas mendekati 101. Kelihatannya mudah ya?? hehe..:p. Saya ingat betul saat itu mendekati moment lebaran,jadi demi kelancaran dan totalitas membuat 101 materi buku, saya putuskan off  sementara menerima orderan pesanan...

Hari demi hari terlewati sampai melewati 1 bulan yang ditentukan dan kecemasanku makin menjadi. Ternyata belum jadi separuh dari total  materi bukunya.. OMG -___-'. Koq bisa?? ya bisa karena ternyata membuat produk baru dengan deadline waktu yang cukup singkat tidak semudah yang saya bayangkan. Bisa buat satu jadi sempurna saja sudah bersyukur, karena saat pengerjaannya ternyata tidak selalu mulus, ada proses trial dan error disana. ( Yupp saya akui kalo ngerjain sesuatu itu selalu ingin detail dan perfect, hehehe..mungkin itu juga yang bikin lama :P)

Sungguh...saat itu rasanya benar blank, keabisan ide...mood lagi gak bersahabat buat ngecraft. Hingga saya putuskan break dulu selama dua bulan, proyek membuat materi buku yang seharusnya selesai satu bulan tersebut. Hikss, antara takut dan malu kala itu kalau sewaktu-waktu di kontak oleh editornya menanyakan sudah sampai mana nih kerjaannya :((. 

Hingga di pertengahan november 2014, mba radina menghubungi saya kembali. Hiyaaa benar kan?? saya sudah dicariin nih buat setor karya. *seketika cemas kembali melanda, But show must go on...saya harus bisa mempertanggungjawabkan ucapan saya sendiri. Singkat cerita saya kembali bertatap muka dengan editor saya di kantor untuk membahas kelanjutan dari proyek buku 101 Perca tersebut. Alhamdulillah ternyata sebagian contoh materi yang saya bawa sudah cocok dan sesuai dengan apa yang diminta tim editor. Dan akhirnya saya diberikan dispensasi waktu untuk menyelesaikan sisanya hingga Desember 2014. Setelah pertemuan kedua tersebut, saya bertekad bulat terus melanjutkan dan menyelesaikan proyek buku ini sampai selesai. Ya...gak boleh berhenti disini Dhini...harus segera di selesaikan sesuai jadwal. Seperti dapat suntikan semangat baru...alhamdulillah akhirnya semua materi bisa saya selesaikan dan kumpulkan di akhir Desember 2014.

Sudah selesai??oh tentu belumm..hihihi..:D, pe er selanjutnya adalah melanjutkan membuat naskah yang belum selesai, di sela-sela membuat materi buku. Bikin naskah step by step itu juga gampang-gampang susah menurut saya.. Ya, gimana kita bisa menjabarkan cara pembuatan dengan bahasa yang mudah dipahamin orang lain buat dipraktekan. naskah selesai...lanjut bikin pola-pola, dan  beberapa teknik dasar. Pada bagian ini saya merasa kembali ke jaman kuliah dulu...ehehe, ya karena banyak menggambar dan mewarna. Saya ingin nantinya buku ini bisa lebih menarik karena penuh warna.

Lanjut....
Singkat cerita setelah proses pengumpulan materi, naskah,dan pola sudah selesai...sesi berikutnya yang harus dilewati adalah photo session Yeayy.. saya ikut excited ketika diajak untuk ikut serta di bagian ini . Yaa...jadi pengalaman juga gimana serunya motret 101 produk untuk sebuah buku..^^. Oh yaa..beruntungnya saya karena untuk photo produk ini saya dibantu oleh teman-teman dari Literoom project, yang sudah ditunjuk dari penerbit sebagai tim fotografer yang memfoto semua produk buku 101 perca ini :). 

Setelah menunggu kurang lebih 5 bulan mengantri untuk proses editing dan lay outing dari penerbit, akhirnya pertengahan Agustus kemarin, buku perdana saya 101 Perca , pintar berkreasi dengan perca resmi di terbitkan :). Senang dan lega rasanya waktu di beritahu oleh tim editor bahwa buku saya sudah resmi dirilis dan dipasarkan di seluruh Indonesia...:), Alhamdulillah akhirnya mimpiku untuk bisa membuat buku tercapai juga..


Oh ya..ada yang ketinggalan, sebelum resmi dirilis..aku sempat bikin pooling kecil-kecilan di Facebook untuk menentukan cover mana yang akan dipilih untuk dijadiin cover buku 101 Perca ini. Gak disangka banyak sekali teman-teman yang mengapresiasi pemilihan cover buku perdanaku ini, Yeayy, dari tiga pilihan cover yang dijadikan alternatif, akhirnya terpilih cover dengan background hitam dengan tulisan 101 warna kuning, dengan beberapa produk perca warna warni di depannya dengan jumlah pemilih terbanyak. Sstt... ini juga cover favorit pilihan ku Yayy !! ( sehati juga ternyata dengan penulisnya hihihi :)).

Selain diterbitkan dalam bentuk cetakan buku, buku 101 Perca ini juga diterbitkan dalam bentuk e-book  juga lho :). Jadi buat teman-teman yang ingin mendapatkan buku 101 Perca ini, selain bisa di cari di Toko-toko buku terdekat di kotanya seperti Gramedia, Gunung agung, dll juga bisa dapetin versi e-booknya di google playstore :).


(alternatif cover buku 101 Perca yang harus dipilih)


Alhamdulillah terima kasih Ya Rabb...atas segala karuniaMU akhirnya buku perdanaku ini bisa terbit juga..Mimpi besarku sejak pertama memutuskan untuk total dan fokus menjadi seorang crafter dan crafterpreneuer, 4 tahun silam. Terima kasih juga untuk semua pihak yang sudah  membantu, mensupport saya selama pengerjaan buku ini. Harapan saya buku ini bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. Dan selanjutnya saya bisa terus berkarya dan menerbitkan lagi buku-buku craft lainnya...



Cheers,




Minggu, 09 Agustus 2015

Behind The Story of buku 101 PERCA !! ( Chapter 1 : hikmah setiap ucapan itu adalah sebuah do'a )

 cover buku 101 Perca

Hallo...assalamu'alaikum bloggers..apa kabar?

Yupp sudah hampir setahun vakum gak nulis disini lagi, akhirnya hari memberanikan untuk kembali menulis blog lagi :).

Ada apa dengan KIYUT di 2015?.. 
Alhamdulillah ya sudah banyak sekali cerita dan produk baru yang sudah saya  lewati dan selesaikan dalam waktu kurang lebih setahun terakhir ini...:D. Buat para bloggers dan  teman-teman KIYUT pastinya juga penasaran kan? ada apa dengan KIYUT sekarang... Yuk daripada penasaran, mari disimak beberapa cerita dan kabar terbaru yang belum sempat saya tuliskan di blog tercinta ini :). Insyaallah kedepannya bisa kembali rajin menulis dan berbagi cerita di blog KIYUT lagi ya ( *memotivasi diri sendiri :p ) Dan...inilah cerita pertama yang akan saya bagi dengan kalian.....jreng..jrengg :D

..................................................................

Alhamdulillah Ya Rabb bulan Agustus 2015 ini buku perdana saya yang berjudul #101Perca (pintar berkreasi dengan perca ) telah resmi rilis di Indonesia ( toko buku gramedia dkk dan googleplaystore). Gak berhenti - henti saya untuk bersyukur, karena akhirnya dengan ijin dan kehendak Allah lah akhirnya saya bisa nerbitin buku craft sendiri setelah kurang lebih 5 tahun menggeluti dunia jahit menjahit dan craft. Di postingan ini akan saya  bagi cerita sejarah dan suka dukanya menulis buku perdana ini. 

Beberapa teman-teman dekat maupun teman crafter banyak yang berkomentar dan mengajukan pertanyaan yang sama, ketika saya mulai promo launching buku #101Perca ini di sosmed. "Ihh  kerenn mbak dhini akhirnya bisa nulis buku craft...Lainnya to the point bertanya "Wah mbak punya kenalan orang penerbitkah jadi bisa nulis buku??..ceritain dong gimana awalnya bisa nulis.. Yup.. Intinya sama...beberapa penasaran gimana nih ceritanya dan caranya bisa nulis dan nerbitin buku??. :)

Umm.., sebenernya pengalaman dan proses perjalanan tiap-tiap crafter yang akhirnya menulis dan membukukan karyanya dalam sebuah buku berbeda-beda. Saya teringat awal - awal berkecimpung di dunia craft ( ketrampilan membuat barang handmade ) tahun 2010 dimana masih belum begitu booming dan menjamurnya para penggiat craft bahkan  untuk komunitas craft / pengrajin yang muncul di media online atau offline seperti sekarang..Dimana informasi  tentang craft, entah tutorial, bahan, atau alat2nya masih susah dicari. Dan  salah satu hal yang paling dicari untuk bisa belajar dan mendapat inspirasi barang kerajinan ( handmade ) adalah lewat sebuah buku. Ya buku menjadi salah satu media yang sangat berharga dan cukup penting dimiliki buat para crafter pemula. Rasanya bangga deh bisa beli dan koleksi beberapa buku kerajinan lokal ataupun import yang bisa bikin mata berbinar-binar dan betah berlama-lama memandanginya hihih :D ( lebay yah :p). Ini pendapat saya pribadi lho hehhe bisa jadi teman-teman yang lain gak gitu2 amat :D. Di masa-masa itu , para crafter  saling mengenal satu sama lain lewat blog ( aku sebut ajah crafter blogger ya..karena sebenernya banyak juga lho crafter hebat diluar sana yang mungkin belum saya kenali dari sosial media) Saling bertukar cerita, bertukar info dan giveaway bahkan bertukar award juga!! kerenn kan?? :D, dan sekarang mungkin masih berjalan juga ( maafkan jika saya salah dan gak update karena udah jarang aktif ngeblog lagi :(...).

Di masa itu saya juga mempunyai crafter blogger idola yang menjadi inspirasi saya untuk terus berkarya dan belajar tentang craft. Mereka adalah teman dan crafter blogger senior yang sudah lebih dulu memulai dan memberikan inspirasi positif buat saya pribadi dan masyarakat untuk lebih ngeh dan cinta dengan dunia perhandmade-an dan juga sudah menghasilkan beberapa buku craft yang keren :) (y). Diantaranya ada mba Puri Idekuhandmade, Mba dita Cemprut, mba Sari Ammi Abi, Mba Dini CapungMungil, Mba Fitri gaity, dan masih banyak lagi yang belum saya sebut disini..

Ya saya mengidolakan mereka dan mengagumi karya-karyanya termasuk beberapa buku yang sudah mereka buat, ( alhamdulillah hampir semuanya saya juga punya koleksinya :D ). Dan tentu saja saya juga merasakan dan memiliki rasa penasaran yang sama dengan teman-teman yang mungkin menanyakan hal yang sama..gimana sih bisa buat buku craft... keren ya dan terinspirasi jadi pingin nulis buku juga :).

Skali lagi , disini saya hanya ingin berbagi pengalaman seluk beluk menjadi penulis pemula ( well bagi saya pribadi blum bisa disebut penulis juga kalo seseorang baru nulis 1 buku juga ya??.hehe.) tapi semoga dari ucapan itu juga menjadi sebuah do'a dan menjadi positif tentunya..:). ( duhh maaf ya kalo jadi mbulet ceritanya :p)..maaf saya masih amatir di dunia penulisan ini... cuss lanjut ceritanya...

Dari kekaguman dan rasa penasaran tersebut, ada beberapa teman crafter yang saya tanyakan hal serupa prosesnya gimana bisa nulis buku craft di penerbit nasional. Beberapa diantaranya bercerita ada yang ditawarin langsung, ada juga yang dikenalin dan direkomendasikan temennya yang kebetulan kenal editor penerbitnya..atau sudah pernah nulis buku di penerbit yang sama sebelumnya, ada juga yang mulai secara umum nyoba kontak penerbit lalu nyoba kirim naskah hingga akhirnya deal dan nerbitin buku : ). Nahh..dari situ bisa ditarik satu benang merah ya,,,bahwa salah satu jalan buat bisa nulis buku adalah pentingnya menjalin relationship dan networking yang baik dengan teman-teman.Tapi...buat saya networking yang baik ajah belum jadi jaminan buat bisa mewujudkan mimpi tersebut..lalu apa dong??dasar utama yang perlu dimiliki adalah MIMPI ( keinginan kuat tentang apa yang ingin kamu capai ) dan DO'A :). Ada pepatah yang bilang jangan pernah takut bermimpi...buat saya ada benarnya.. YA saya memang bermimpi bisa menulis dan punya buku sendiri...dan saya mulai memupuk mimpi itu 3 tahun yang lalu, setiap saya melihat teman crafter blogger nerbitin buku..saya bilang dalam hati...kapan ya saya bisa buat buku? atau membatin ah seandainya aku bisa buat buku...dan seterusnya...tapi gak ada action :P, Gimana mau action kalo kita sendiri gak bisa yakin dengan apa yang kita mauin... mungkin dulu saya belum terlalu yakin dengan diri saya sendiri bahkan dengan ucapan saya sendiri..Jadi gak ada alasan kuat buat berusaha lebih keras lagi untuk mewujudkan mimpi itu...hingga peristiwa itu terjadi setahun lalu mengubah cara pandang saya bahwa setiap ucapan dan kita yakini kita itu adalah do'a...


Kisah setahun yang lalu...(hikmah setiap ucapan itu adalah do'a )

Ya,,,sekitar bulan Juni-Juli tahun 2014 ( agak2 lupa ingat saya tepatnya). Waktu itu saya lagi ngemall dengan sahabat saya dewi, dan masuk ke Toko buku adalah favorit kami berdua. Kami bisa berlama-lama nongkrongin toko buku walau cuma sekedar baca-baca, atau memebeli buku favorit incaran. gak jarang saya juga suka "kepo'in buku - buku craft impor sampe kadang nyuri2 dikit buat moto isi  gambarnya dengan harapan bisa dijadiin inspirasi buat berkarya.. (perlu diingat saya gak bermaksud membenarkan hal tersebut..boleh2 ajah sih kepo dan sah-sah ajah kalo mau kepoin buku, tap juga harus tahu aturan ya..kaya misal minjem buku temen, minjem buku di perpus atau beli versi e booknya resmi biar agak hemat, bukann dengan motretin setiap halaman full dengan alesan kalo bisa copy ngapain juga beli , atau parahnya lagi di copy trus djualin lagi...hiksss itu pelanggaran hak cipta teman..kalo saja kalian semua jadi penulisnya pasti bakalan nyesek juga klo ngalamin hal kaya gitu kan??.. ). Yuk ah mulai hargai karya orang lain dengan cara yang baik :). 

Lanjut....

Seperti biasa bagian rak buku ketrampilan dan hobby aku jajakin satu persatu...Sampai aku tertuju pada sebuah buku craft judulnya " Tas Flanel Trendi " 100 % jahit tangan karya penulis Andie.  Aku liat dalemnya, seperti biasa aku kepo-in isinya heheh :p. Pertama liat isinya dalam hati bilang wah ini buku kerenn, ada beberapa contoh model tas dari flanel dan beberapa sketsa step by step yang di gambar pake cat air..Penasaran dong..sapa sih yang nulis?? eh ternyata andie itu cowok lho !!. Koq bisa ya..emang jarang sih aku nemuin penulis buku craft cowok hehehe atau mungkin saya ajah yang kurang update ( maaf ya mas andie :D). Trus berlanjut deh kepo-in sapa sih penerbitnya??.  Liat dong di belakang bukunya. Lalu ada tulisan dengan font warna ungu LINGUAKATA.

 Nah setelah sekian lama bolak balikin itu buku, antara mau beli apa enggak hahaha ( maklum banyak pertimbangan kalo mau beli buku baru, apalagi kalo emang awalnya gak planning halahhh :P). Trus gak sengaja sahabatku dewi nyamperin dan nanya " Liat buku apa dhin?". Aku bilang ke dewi  "Ini dew buku craft..bagus deh isinya beda dari biasanya. ". Dewi cuma manggut-manggut. Trus aku nyeletuk lagi.." Dew..aku pingin bisa bikin dan nulis buku kaya gini nih..keren." ( biasa ajah.Tapi mungkin pas aku bilang gitu dalam hati pinginnnn banget. :D). Dewi cuma bales.. " yo din, bikino buku lho..". Aku masih belum kebayang gimana ya caranya..aku bales ajah " aamiinnn.. ". Trus aku inget kata temenku yang pernah aku tanyain prosesnya buat buku gimana. Temenku bilang dia coba kontak penerbit dan ngajuin ide naskahnya..dan seterusnya....
Oke next step.. berarti aku harus kontak penerbitnya lalu ngajuin naskah. ( lagi-lagi dalam hati mikir bikin naskah gimana ya?? hehehe, tapi saat itu tiba-tiba ngerasa pede ajah bakal mau nulis buku dalam waktu dekat :D ). Trus tanpa mikir panjang aku potretin itu logo nama penerbitnya,,diapalin namanya dan alamatnya.... ( dalam hati bilang iyaa abis ini aku mikir dan nyicil mau bikin ide naskah apa buat diajuin...entah kapan...)

(FYI terakhir aku masih nyimpen itu foto jepretan alamat penerbit d hp sonyericson lamaku...sayang hpnya udah erorr jadi gak bisa diambil deh gambarnya... :( )



Seminggu kemudian......

Siang itu...tiba-tiba blackberryku berdering..Aku liat nomernya gak dikenal..( mungkin calon customer nelpon nih ). Akhirnya saya jawab telpon itu...terdengar suara wanita di seberang yang akhirnya saya ketahui bahwa dia salah seorang editorku sekarang Mba Radina :)..Kurang lebih terjadi percakapan seperti berikut ini... :

Mba Radina ( editor) : "hallo benar ini nomernya kiyut handycraft?.."
Saya                     : "iya mba, betul..
Mba Radina ( editor ) : "Ini dengan mbak edhini?"
Saya                 :" iya betul saya sendiri mba..." ( mengira-ngira ditelpon calon customer seperti biasanya... :D)
Mba Radina ( editor) : " saya radina mba, dari penerbit lingua kata..." ( suara di seberang terdengar samar-samar ). Seketika sepertinya de javu denger kata terakhirnya :D. tetep berusaha tenang, seolah gak yakin saya tanya lagi...
Saya                     : " maaf dengan siapa mba?"  ( mencoba nyimak baik-baik :D)
Mba Radina ( editor ) : " Radina mba, dari penerbit lingua kata..."

Degg!!...spontan ingatan saya kembali..hah LINGUAKATA? itu kan penerbit buku ketrampilan dan hobby yang beberapa waktu lalu aku kepo-in... ( Udah ge er ajah,,,wah jangan2 aku mau ditawarin nulis buku nih...Yippieeee... tanpa sadar sebuah senyuman terukir diteruskan dengan do'a Ya allah  semoga bener dugaanku...aamiiinnn !! :) )

Dari obrolan singkat itulah awal dimulainya perjalananku untuk menulis buku #101Perca :). Ya mba Radina menawari saya untuk menulis buku di sana.. Dan tanpa pikir panjang....saya mengiyakannya... Lalu  kami janjian ketemu lagi untuk membicarakannya lebih lanjut.. Ya ini mimpiku...Ini adalah cita-citaku... ( walau sebenarnya jujur saya masih gak pede waktu itu...bisa gak ya? aku kan juga gak punya skill menulis yang gimana gitu...ini mau buat buku kaya gimna?? hehehe )... Tapi keraguan itu  tertutupi oleh rasa bahagia karena sudah terbuka jalannya. Alhamdulillah... Ya aku mau nulis buku....!!!


Allahu Akbar!...Terima kasih...alhamdulillah YA ALLAH kau berikan jalan pada hamba untuk bisa menjadi seorang penulis... :)

( to be continue.... *) )


*) Cerita tentang proses menulisnya  insya allah akan saya lanjut di postingan berikutnya ya teman2... ( maklum ini harus dihentikan dulu, karena bisa panjanggg ceritanya, bisa-bisa udah jadi satu novel nih :P hahaha *kepedeen :D ).
 ............

Teman-teman....cerita diatas benar adanya dan saya alamin sendiri ( based on true story)...
Rasulullah SAW pernah bersabda...
“Kullu kalam addu’a.” (Setiap perkataan adalah do’a). 

Kisah saya adalah contoh nyata betapa TUHAN ( ALLAH) sangatlah dekat dengan kita, tanpa kita sadari ucapan yang mungkin kita ucapkan tanpa sengaja..tapi kita yakini betul adalah sebuah do'a yang sangat dahsyatnya.....

Bagi saya pribadi...kisah tersebut juga sebagai pelajaran dan hikmah yang akhirnya merubah mindset saya...Ya gak ada yang gak mungkin...Jika ALLAH sudah berkehendak...maka terjadilah..

Kita gak akan pernah tahu kapan do'a kita dikabulkan... bisa langsung seketika..bisa dipending agak lama..bisa nanti di balas di akhirat..
Jadi jangan pernah  berhenti bermimpi...berharap dan berdo'a  ya teman- teman..:)

Selamat Pagi dan selamat beraktivitas ^_^ !!




Pose bertiga dengan kedua editorku yang kece..Mba Radina dan Mba Gayu :)


Cheers,